Cara menjalankan website tidak berhenti setelah website selesai dibuat dan dapat dibuka melalui browser. Setelah website online, pemilik harus mengelola domain, hosting, konten, keamanan, performa, SEO, backup, dan berbagai aspek teknis lainnya agar website tetap berfungsi dengan baik.
Banyak pemilik website mengalami masalah setelah website selesai dibuat. Website tiba-tiba tidak dapat diakses, halaman mengalami error 404, gambar tidak muncul, website menjadi lambat, plugin bermasalah, domain tidak aktif, atau traffic dari Google menurun.
Masalah tersebut biasanya bukan karena website tidak bisa digunakan, tetapi karena website tidak mendapatkan pengelolaan dan maintenance yang memadai.
Artikel ini membahas cara menjalankan website secara praktis, mulai dari website pertama kali online hingga pengelolaan jangka panjang. Panduan ini juga membahas apa yang harus dilakukan setiap hari, setiap minggu, dan setiap bulan serta langkah yang dapat dilakukan ketika website mengalami masalah.
Apa Arti Menjalankan Website?
Menjalankan website berarti mengelola seluruh komponen yang diperlukan agar website dapat terus berfungsi dan memberikan manfaat kepada pengunjung.
Pengelolaan tersebut tidak hanya berkaitan dengan server. Website yang berjalan dengan baik membutuhkan kombinasi antara aspek teknis, konten, keamanan, SEO, dan pengelolaan bisnis.
Secara sederhana, website dapat dikelola melalui lima area utama:
- Infrastruktur: domain, hosting, server, DNS, SSL, dan database.
- Teknis: CMS, plugin, tema, kode, integrasi, dan performa.
- Konten: artikel, halaman layanan, produk, gambar, dan informasi bisnis.
- SEO: indexing, keyword, internal linking, technical SEO, dan performa pencarian.
- Keamanan: backup, pembaruan sistem, akses administrator, dan monitoring.
Apa yang Dibutuhkan untuk Menjalankan Website?
Sebelum membahas pengelolaan, penting memahami komponen yang membuat website dapat berjalan.
1. Domain
Domain merupakan alamat website yang digunakan pengunjung untuk mengakses situs.
Contohnya:
https://namabisnis.com
Domain perlu diperpanjang sebelum masa aktifnya berakhir. Jika domain kedaluwarsa dan tidak segera diperpanjang, website dapat kehilangan akses melalui alamat tersebut.
2. Hosting atau Server
Hosting menyediakan tempat untuk menyimpan file, database, gambar, dan komponen website lainnya.
Jika hosting mengalami gangguan, website juga dapat mengalami masalah akses.
Karena itu, pemilik website perlu mengetahui informasi dasar seperti:
- Provider hosting.
- Masa aktif hosting.
- Kapasitas penyimpanan.
- Penggunaan resource.
- Lokasi dan spesifikasi server jika relevan.
- Akses panel hosting.
- Informasi backup.
3. DNS
DNS membantu mengarahkan domain ke server yang sesuai.
Ketika website dipindahkan dari satu hosting ke hosting lain, konfigurasi DNS dapat menjadi salah satu bagian penting yang perlu diperiksa.
4. SSL/HTTPS
SSL memungkinkan website menggunakan koneksi HTTPS.
Pastikan website dapat diakses melalui HTTPS dan tidak menghasilkan masalah sertifikat pada browser.
5. Database
Website dinamis seperti WordPress dan sistem informasi biasanya menggunakan database untuk menyimpan data.
Kerusakan database atau masalah koneksi database dapat menyebabkan website mengalami error meskipun file website masih tersedia.
Cara Menjalankan Website Setelah Website Online
Setelah website berhasil dipublikasikan, jangan langsung menganggap pekerjaan selesai. Lakukan beberapa pemeriksaan berikut.
1. Pastikan Domain Bisa Diakses
Buka domain menggunakan beberapa perangkat dan browser.
Periksa apakah:
- Domain dapat dibuka.
- HTTPS aktif.
- Halaman utama tampil normal.
- Logo dan gambar muncul.
- Menu dapat digunakan.
- Link bekerja.
2. Periksa Semua Halaman Utama
Jangan hanya memeriksa halaman beranda.
Buka halaman penting seperti:
- Tentang Kami.
- Layanan.
- Produk.
- Portofolio.
- Artikel.
- Kontak.
- FAQ.
Pastikan tidak ada halaman yang menghasilkan error.
3. Uji Formulir Kontak
Jika website memiliki formulir kontak, lakukan pengujian dengan mengirimkan data percobaan.
Pastikan:
- Form dapat dikirim.
- Pesan berhasil diproses.
- Email masuk ke tujuan.
- Notifikasi berjalan jika tersedia.
- Data tidak hilang.
4. Uji Tombol WhatsApp
Jika website menggunakan WhatsApp sebagai saluran komunikasi, periksa nomor dan format URL yang digunakan.
Kesalahan satu digit pada nomor dapat membuat calon pelanggan menghubungi pihak yang salah atau tidak dapat menghubungi bisnis.
Cara Menjalankan Website dengan WordPress
Jika website menggunakan WordPress, pengelolaan rutin menjadi bagian penting dari operasional website.
WordPress menyediakan area administrasi yang digunakan untuk mengelola konten, tema, plugin, pengguna, pengaturan, dan berbagai komponen website.
WordPress sendiri merekomendasikan pemeliharaan berkala, termasuk melakukan pembaruan, backup, pemeriksaan link, dan pengelolaan konten. :contentReference[oaicite:0]{index=0}
Periksa Update WordPress
Periksa pembaruan WordPress, tema, dan plugin secara berkala.
Pembaruan dapat berisi perbaikan bug, fitur baru, kompatibilitas, serta perbaikan keamanan. WordPress juga menyediakan mekanisme auto-update untuk plugin dan tema tertentu. :contentReference[oaicite:1]{index=1}
Namun, pembaruan sebaiknya tidak dilakukan secara sembarangan pada website penting. Pastikan backup tersedia dan setelah update lakukan pengujian terhadap halaman utama, formulir, menu, dan fungsi penting.
Cara Menjalankan Website dengan Aman
Keamanan merupakan salah satu bagian paling penting dalam menjalankan website.
1. Gunakan Password yang Kuat
Gunakan password yang berbeda untuk akun administrator, hosting, email, dan layanan penting lainnya.
2. Batasi Akses Administrator
Jangan memberikan akses administrator kepada semua orang.
Jika website dikelola oleh beberapa orang, gunakan hak akses sesuai kebutuhan pekerjaan masing-masing.
3. Perbarui Sistem
CMS, plugin, tema, dan komponen server perlu diperbarui ketika versi yang lebih baru tersedia dan kompatibel dengan website.
WordPress secara khusus menyarankan agar plugin dan tema tetap diperbarui karena komponen tersebut memiliki akses penting terhadap website. :contentReference[oaicite:2]{index=2}
4. Gunakan Backup
Backup merupakan salah satu perlindungan penting ketika terjadi kesalahan.
Backup dapat membantu ketika:
- Update menyebabkan konflik.
- File website rusak.
- Database bermasalah.
- Konfigurasi salah.
- Website perlu dikembalikan ke kondisi sebelumnya.
WordPress juga merekomendasikan backup secara berkala dan menyarankan adanya salinan yang dapat digunakan untuk pemulihan ketika terjadi masalah. :contentReference[oaicite:3]{index=3}
Jangan Hanya Memiliki Backup, Uji Pemulihannya
Salah satu kesalahan pengelolaan website adalah menganggap backup pasti dapat digunakan tanpa pernah melakukan pengujian.
Backup yang gagal dipulihkan tidak banyak membantu ketika website mengalami kerusakan.
Karena itu, untuk website penting, prosedur backup sebaiknya mencakup:
- Menentukan apa saja yang harus dicadangkan.
- Menentukan jadwal backup.
- Menyimpan salinan pada lokasi yang sesuai.
- Memeriksa apakah backup berhasil dibuat.
- Menguji proses restore secara berkala.
Cara Menjalankan Website agar Tetap Cepat
Website yang awalnya cepat dapat menjadi lambat setelah beberapa bulan karena bertambahnya gambar, plugin, script, database, atau konten.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan:
- Ukuran gambar.
- Jumlah plugin.
- Script pihak ketiga.
- Cache.
- Database.
- Spesifikasi hosting.
- Jumlah request.
- File CSS dan JavaScript.
Gunakan alat seperti PageSpeed Insights untuk melihat masalah performa dan menentukan bagian yang perlu diperbaiki.
Anda juga dapat membaca panduan kegunaan PageSpeed Insights untuk memahami pemeriksaan performa website.
Cara Menjalankan Website agar Tetap Mendapatkan Traffic
Website yang aktif belum tentu mendapatkan pengunjung.
Setelah website online, Anda perlu mengembangkan strategi traffic.
Salah satu sumber traffic yang dapat dikembangkan adalah mesin pencari melalui SEO.
Beberapa aktivitas yang dapat dilakukan:
- Membuat konten berdasarkan kebutuhan pengguna.
- Melakukan keyword research.
- Mengoptimalkan halaman layanan.
- Membangun internal link.
- Memperbarui konten lama.
- Memperbaiki halaman yang mengalami penurunan performa.
- Meningkatkan kualitas struktur website.
- Memantau performa melalui Google Search Console.
Anda dapat membaca panduan cara meningkatkan ranking website untuk memahami strategi optimasi pencarian secara lebih mendalam.
Cara Mengelola Konten Website
Website bisnis tidak seharusnya hanya berisi halaman statis yang tidak pernah diperbarui.
Informasi tertentu dapat berubah, seperti:
- Harga.
- Layanan.
- Alamat.
- Nomor kontak.
- Produk.
- Jam operasional.
- Informasi perusahaan.
- Artikel.
Informasi yang sudah tidak sesuai dapat membuat pengguna kehilangan kepercayaan dan mengambil keputusan berdasarkan data yang salah.
Gunakan Content Calendar
Jika website memiliki blog, buat jadwal konten.
Contohnya:
| Frekuensi | Aktivitas |
|---|---|
| Harian | Memeriksa website dan pesan masuk |
| Mingguan | Memeriksa performa dan membuat atau memperbarui konten |
| Bulanan | Audit teknis ringan dan evaluasi SEO |
| Triwulanan | Evaluasi struktur, keamanan, konten, dan performa |
Jadwal tersebut dapat disesuaikan dengan jenis, ukuran, dan tingkat aktivitas website.
Cara Menjalankan Website untuk SEO
SEO bukan pekerjaan yang dilakukan sekali kemudian selesai.
Website perlu dipantau karena performa pencarian dapat berubah.
Periksa Google Search Console
Google Search Console dapat digunakan untuk memantau bagaimana website muncul dalam Google Search.
Beberapa data yang dapat diperhatikan antara lain:
- Impressions.
- Clicks.
- CTR.
- Average position.
- Query.
- Landing page.
- Indexing.
Jika traffic turun, jangan langsung mengubah seluruh website. Identifikasi terlebih dahulu halaman, query, perangkat, negara, atau periode yang mengalami perubahan.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Website Tidak Muncul di Google?
Ini merupakan salah satu masalah yang sering dialami pemilik website baru.
Pertama, bedakan antara belum terindeks dan sudah terindeks tetapi belum mendapatkan ranking yang baik.
Periksa beberapa kemungkinan:
- Halaman menggunakan
noindex. - Robots.txt memblokir crawler.
- Server menghasilkan error.
- Halaman belum ditemukan atau dirayapi.
- Konten terlalu tipis atau tidak memberikan nilai yang cukup.
- Terjadi masalah canonical.
- URL berubah tanpa pengalihan yang benar.
Google menyediakan URL Inspection di Search Console untuk membantu memeriksa bagaimana Google melihat halaman tertentu. Google juga menjelaskan bahwa halaman baru membutuhkan waktu untuk ditemukan, dirayapi, dan diindeks. :contentReference[oaicite:4]{index=4}
Jika mengalami masalah tersebut, Anda dapat membaca artikel website tidak muncul di Google.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Website Tiba-Tiba Error?
Jangan langsung menghapus atau menginstal ulang website.
Lakukan diagnosis secara bertahap.
Langkah 1: Tentukan Jenis Error
Perhatikan kode atau pesan yang muncul.
Contohnya:
- 404 Not Found.
- 403 Forbidden.
- 500 Internal Server Error.
- 502 Bad Gateway.
- 503 Service Unavailable.
- Error koneksi database.
- SSL error.
Langkah 2: Periksa Apakah Semua Halaman Terpengaruh
Jika hanya satu halaman yang bermasalah, penyebabnya mungkin berbeda dengan kondisi ketika seluruh website tidak dapat dibuka.
Langkah 3: Periksa Perubahan Terakhir
Tanyakan:
- Apakah baru saja update plugin?
- Apakah tema baru saja diperbarui?
- Apakah DNS diubah?
- Apakah hosting baru saja dipindahkan?
- Apakah ada perubahan kode?
- Apakah konfigurasi server diubah?
Perubahan terakhir sering menjadi petunjuk penting dalam proses diagnosis.
Langkah 4: Periksa Hosting
Jika website tidak dapat diakses, periksa apakah server sedang mengalami masalah atau resource hosting telah mencapai batas.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Website Lambat?
Jangan langsung menyimpulkan bahwa hosting adalah satu-satunya penyebab.
Periksa dari beberapa sisi:
- Ukuran halaman.
- Ukuran gambar.
- Jumlah JavaScript.
- Plugin aktif.
- Database.
- Cache.
- Response server.
- Script pihak ketiga.
- Spesifikasi hosting.
Dengan pendekatan tersebut, Anda dapat menemukan sumber masalah sebelum melakukan perubahan besar.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Traffic Website Turun?
Traffic yang turun tidak selalu berarti website terkena penalti.
Beberapa kemungkinan penyebab antara lain:
- Ranking beberapa halaman turun.
- Search demand berubah.
- Konten sudah tidak relevan.
- Kompetitor membuat konten yang lebih sesuai.
- Terjadi perubahan teknis.
- Halaman tidak lagi terindeks.
- Website mengalami masalah server.
- Terjadi perubahan pada pola pencarian.
- Data analytics mengalami masalah.
Karena penyebabnya dapat berbeda, lakukan diagnosis menggunakan data Search Console dan analytics sebelum mengambil tindakan.
Jika masalah ini terjadi, Anda dapat membaca panduan traffic website tiba-tiba turun.
Cara Menjalankan Website Secara Profesional
Jika website digunakan untuk bisnis, pengelolaannya sebaiknya menggunakan prosedur yang jelas.
Buat dokumentasi yang berisi:
- Domain.
- Provider hosting.
- Informasi renewal.
- DNS.
- Akun administrator.
- Database.
- Plugin.
- Tema.
- Integrasi API.
- Email bisnis.
- Backup.
- Google Search Console.
- Analytics.
Jangan menyimpan password dalam dokumen publik atau mengirimkan kredensial melalui saluran yang tidak aman.
Checklist Menjalankan Website Setiap Hari
Tidak semua website membutuhkan pemeriksaan teknis setiap hari. Namun, website bisnis yang aktif dapat menggunakan checklist sederhana berikut:
- Pastikan website dapat dibuka.
- Periksa formulir atau pesan masuk.
- Periksa transaksi jika website memiliki fitur transaksi.
- Periksa notifikasi error penting.
- Pastikan halaman utama tampil normal.
Checklist Mingguan
- Periksa halaman penting.
- Periksa link utama.
- Periksa formulir.
- Periksa backup.
- Periksa update CMS.
- Periksa plugin dan tema.
- Periksa konten baru.
- Periksa performa dasar website.
Checklist Bulanan
- Analisis traffic.
- Periksa Google Search Console.
- Analisis halaman dengan traffic tinggi.
- Analisis halaman yang mengalami penurunan.
- Periksa keyword.
- Perbarui konten yang sudah tidak relevan.
- Periksa broken link.
- Periksa penggunaan hosting.
- Periksa keamanan.
- Evaluasi conversion.
Checklist Maintenance Website
| Komponen | Yang Diperiksa |
|---|---|
| Domain | Masa aktif dan konfigurasi DNS |
| Hosting | Resource, uptime, storage, dan error |
| SSL | Status HTTPS dan sertifikat |
| CMS | Versi dan pembaruan |
| Plugin | Update, kompatibilitas, dan plugin tidak terpakai |
| Tema | Update dan kompatibilitas |
| Backup | Keberhasilan backup dan kemampuan restore |
| SEO | Indexing, traffic, query, dan halaman bermasalah |
| Konten | Relevansi dan informasi terbaru |
| Performa | Kecepatan dan pengalaman pengguna |
| Keamanan | Akses, update, dan aktivitas mencurigakan |
Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Menjalankan Website
1. Menganggap Website Selesai Setelah Online
Website online hanyalah awal dari siklus pengelolaan.
2. Tidak Membuat Backup
Tanpa backup, proses pemulihan dapat menjadi jauh lebih sulit ketika terjadi kerusakan.
3. Membiarkan Plugin Tidak Terpakai
Plugin yang tidak digunakan sebaiknya dievaluasi dan dihapus jika memang tidak diperlukan.
4. Tidak Memperbarui Website
CMS, plugin, dan tema yang tidak diperbarui dapat menimbulkan masalah kompatibilitas maupun keamanan.
5. Hanya Mengejar Ranking
Traffic bukan satu-satunya indikator keberhasilan website. Untuk website bisnis, leads, conversion, dan hasil bisnis juga perlu diperhatikan.
6. Tidak Memiliki Dokumentasi
Ketika website dikelola oleh beberapa orang, dokumentasi sangat membantu ketika terjadi pergantian pengelola atau masalah teknis.
Apakah Website Harus Selalu Di-update?
Website memang perlu dikelola secara berkala, tetapi bukan berarti semua bagian harus diubah setiap hari.
Perubahan harus berdasarkan kebutuhan.
Contohnya:
- Informasi bisnis berubah → perbarui halaman bisnis.
- Plugin memiliki update keamanan → evaluasi dan perbarui.
- Artikel sudah tidak relevan → lakukan pembaruan.
- Halaman lambat → lakukan optimasi performa.
- Struktur website bermasalah → lakukan perbaikan teknis.
Dengan demikian, maintenance website sebaiknya bersifat terencana, bukan sekadar melakukan perubahan tanpa tujuan.
Apakah Menjalankan Website Bisa Dilakukan Sendiri?
Bisa. Website sederhana dapat dikelola sendiri apabila pemilik memahami dasar domain, hosting, CMS, konten, backup, keamanan, dan SEO.
Namun, website dengan kebutuhan kompleks seperti e-commerce, sistem informasi, integrasi API, database besar, atau website bisnis dengan kebutuhan SEO yang intensif mungkin membutuhkan pengelolaan profesional.
Jika pemilik bisnis tidak memiliki waktu untuk melakukan maintenance, pengelolaan website dapat dialihkan kepada web developer atau penyedia layanan maintenance website.
Strategi Menjalankan Website untuk Jangka Panjang
Gunakan pendekatan berikut:
- Bangun fondasi teknis. Pastikan domain, hosting, SSL, CMS, dan struktur website berjalan dengan benar.
- Lindungi aset digital. Gunakan backup, pembaruan, dan kontrol akses.
- Rawat konten. Perbarui informasi yang sudah tidak relevan.
- Pantau SEO. Gunakan Search Console dan data analytics.
- Perbaiki performa. Identifikasi penyebab website lambat sebelum melakukan optimasi.
- Ukur conversion. Ketahui apakah traffic menghasilkan leads atau tujuan bisnis lainnya.
- Dokumentasikan sistem. Simpan informasi teknis agar website mudah dikelola.
Kesimpulan
Cara menjalankan website bukan sekadar memastikan website dapat dibuka melalui browser. Website membutuhkan pengelolaan berkelanjutan yang mencakup domain, hosting, keamanan, backup, CMS, konten, SEO, performa, dan monitoring.
Untuk website WordPress, pembaruan CMS, plugin, dan tema perlu diperhatikan. Backup juga harus menjadi bagian dari prosedur maintenance, terutama sebelum melakukan perubahan penting. Dokumentasi WordPress secara resmi menempatkan update, backup, pemeriksaan link, dan housekeeping sebagai bagian dari pemeliharaan website. :contentReference[oaicite:5]{index=5}
Jika website digunakan untuk bisnis, pengelolaan juga harus berorientasi pada hasil. Jangan hanya melihat apakah website online atau berapa banyak pengunjung yang datang. Perhatikan apakah website memberikan informasi yang dibutuhkan, mendatangkan traffic yang relevan, menghasilkan leads, dan membantu mencapai tujuan bisnis.
Dengan maintenance yang terjadwal, monitoring yang konsisten, backup yang benar, serta strategi SEO dan konten yang terarah, website dapat menjadi aset digital yang terus berkembang, bukan sekadar halaman yang dibuat sekali kemudian ditinggalkan.
Jika Anda membutuhkan bantuan untuk membangun, mengembangkan, mengoptimalkan, atau melakukan maintenance website, Anda dapat melihat layanan website YamoteJoki dan menyesuaikannya dengan kebutuhan website Anda.