← Kembali ke Indeks Artikel
Artikel September 23, 2026

Landing Page Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Cara Membuat

Landing Page Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Cara Membuat

Landing page menjadi salah satu elemen penting dalam strategi digital marketing. Halaman ini dapat digunakan untuk mempromosikan produk, menawarkan jasa, mengumpulkan leads, menjalankan kampanye iklan, hingga mendorong pengunjung melakukan tindakan tertentu.

Berbeda dengan website biasa yang biasanya memiliki banyak halaman dan tujuan, landing page dibuat dengan fokus pada satu tujuan utama. Karena itu, struktur, desain, konten, dan Call to Action (CTA) perlu dirancang agar pengunjung memahami penawaran dan terdorong melakukan tindakan.

Dalam artikel ini, kita akan membahas secara lengkap tentang landing page, mulai dari pengertian, fungsi, jenis, elemen penting, cara membuat, hingga tips optimasinya.

Apa Itu Landing Page?

Landing page adalah halaman khusus pada website yang dirancang untuk mencapai tujuan atau konversi tertentu.

Tujuan tersebut dapat berupa:

  • Mengisi formulir
  • Menghubungi WhatsApp
  • Membeli produk
  • Mendaftar layanan
  • Mengunduh file
  • Mendaftar webinar
  • Mengikuti program tertentu
  • Meminta penawaran

Landing page biasanya memiliki struktur yang lebih sederhana dibandingkan website dengan banyak halaman. Informasi yang ditampilkan diarahkan untuk mendukung satu tujuan utama.

Misalnya, sebuah bisnis menjalankan iklan Google Ads untuk menawarkan jasa pembuatan website. Ketika seseorang mengklik iklan tersebut, mereka dapat diarahkan ke landing page yang berisi informasi layanan, manfaat, portofolio, harga, testimoni, dan tombol konsultasi.

Perbedaan Landing Page dan Website Biasa

Meskipun sama-sama dapat dibuat menggunakan teknologi website, landing page dan website biasa memiliki tujuan yang berbeda.

Aspek Landing Page Website Biasa
Tujuan Fokus pada satu tujuan atau konversi Memiliki berbagai tujuan
Struktur Biasanya satu halaman Terdiri dari beberapa halaman
Navigasi Lebih sederhana Lebih lengkap
CTA Sangat dominan Dapat memiliki beberapa CTA
Fokus Konversi Informasi, branding, SEO, dan berbagai kebutuhan

Contohnya, website bisnis dapat memiliki halaman Beranda, Tentang Kami, Layanan, Portofolio, Artikel, dan Kontak. Sementara landing page dapat dibuat khusus untuk satu layanan atau satu kampanye pemasaran.

Fungsi Landing Page

Landing page memiliki berbagai fungsi dalam pemasaran digital. Berikut beberapa fungsi yang paling umum.

1. Meningkatkan Conversion

Fungsi utama landing page adalah mengarahkan pengunjung melakukan tindakan yang sudah ditentukan.

Semakin jelas tujuan halaman, semakin mudah pengunjung memahami tindakan yang perlu dilakukan.

Contohnya adalah tombol:

  • Konsultasi Sekarang
  • Pesan Sekarang
  • Daftar Sekarang
  • Hubungi Kami
  • Dapatkan Penawaran
  • Download Sekarang

2. Mendapatkan Leads

Landing page dapat digunakan untuk mengumpulkan data calon pelanggan atau leads.

Data tersebut dapat diperoleh melalui formulir yang meminta informasi seperti nama, email, nomor WhatsApp, atau kebutuhan calon pelanggan.

Setelah mendapatkan leads, bisnis dapat melakukan proses komunikasi dan follow-up sesuai strategi pemasaran yang digunakan.

3. Mendukung Kampanye Iklan

Landing page sering digunakan sebagai halaman tujuan dari kampanye digital advertising.

Misalnya:

  • Google Ads
  • Meta Ads
  • Instagram Ads
  • TikTok Ads
  • LinkedIn Ads

Daripada mengarahkan semua iklan ke halaman utama website, bisnis dapat membuat landing page khusus yang relevan dengan iklan tersebut.

4. Mempromosikan Produk atau Jasa

Landing page dapat digunakan untuk menjelaskan sebuah produk atau jasa secara lebih fokus.

Informasi yang dapat ditampilkan antara lain:

  • Masalah pelanggan
  • Solusi yang ditawarkan
  • Fitur produk
  • Manfaat layanan
  • Harga
  • Bonus
  • Testimoni
  • FAQ
  • CTA

5. Mendukung Strategi Marketing Funnel

Landing page juga dapat menjadi bagian dari marketing funnel.

Pengunjung dapat datang dari iklan, media sosial, mesin pencari, email marketing, atau sumber traffic lainnya. Setelah masuk ke landing page, pengunjung diarahkan menuju tindakan yang diinginkan.

Dengan struktur tersebut, landing page dapat menjadi penghubung antara traffic dan conversion.

Jenis-Jenis Landing Page

Landing page dapat dibuat untuk berbagai kebutuhan. Berikut beberapa jenis yang umum digunakan.

1. Lead Generation Landing Page

Jenis landing page ini digunakan untuk mendapatkan data calon pelanggan.

Biasanya terdapat formulir yang meminta beberapa informasi dari pengunjung.

Contohnya adalah landing page untuk:

  • Download ebook
  • Daftar webinar
  • Konsultasi gratis
  • Permintaan quotation
  • Demo produk

2. Product Landing Page

Product landing page digunakan untuk mempromosikan sebuah produk tertentu.

Halaman dapat berisi gambar produk, deskripsi, manfaat, spesifikasi, harga, testimoni, dan tombol pembelian.

3. Service Landing Page

Service landing page digunakan untuk mempromosikan layanan.

Contohnya:

  • Jasa pembuatan website
  • Jasa SEO
  • Jasa desain grafis
  • Jasa digital marketing
  • Jasa UI/UX

4. Click-Through Landing Page

Jenis ini bertujuan mengarahkan pengunjung menuju halaman atau proses berikutnya.

Contohnya adalah halaman promosi yang memiliki tombol untuk menuju halaman checkout atau halaman pemesanan.

5. Event Landing Page

Event landing page digunakan untuk mempromosikan acara tertentu seperti webinar, seminar, workshop, konferensi, atau kegiatan lainnya.

Elemen Penting dalam Landing Page

Landing page yang efektif membutuhkan beberapa elemen penting agar informasi dapat tersampaikan dengan jelas.

1. Headline

Headline merupakan salah satu bagian pertama yang dilihat pengunjung.

Headline sebaiknya menjelaskan manfaat atau penawaran secara jelas.

Contoh:

Bangun Website Profesional untuk Meningkatkan Kredibilitas Bisnis Anda

Headline tidak harus panjang. Yang terpenting adalah pengunjung dapat memahami penawaran dengan cepat.

2. Subheadline

Subheadline digunakan untuk memberikan penjelasan tambahan mengenai headline.

Bagian ini dapat menjelaskan bagaimana produk atau layanan membantu menyelesaikan masalah pelanggan.

3. Call to Action

Call to Action atau CTA merupakan elemen penting dalam landing page.

CTA memberi arahan kepada pengunjung mengenai tindakan yang perlu dilakukan.

Contohnya:

  • Konsultasi Sekarang
  • Dapatkan Penawaran
  • Pesan Sekarang
  • Daftar Sekarang
  • Hubungi Kami

4. Penjelasan Produk atau Layanan

Jelaskan produk atau layanan secara singkat tetapi informatif.

Hindari memasukkan informasi yang tidak berkaitan dengan tujuan utama landing page.

5. Manfaat

Jelaskan manfaat yang akan diperoleh pelanggan setelah menggunakan produk atau layanan.

Fokuskan penjelasan pada kebutuhan pengguna, bukan hanya daftar fitur.

6. Social Proof

Social proof dapat digunakan untuk memberikan informasi tambahan mengenai pengalaman pelanggan atau penggunaan produk.

Contohnya dapat berupa:

  • Testimoni pelanggan
  • Portofolio
  • Jumlah pelanggan
  • Logo klien
  • Studi kasus

7. FAQ

FAQ atau Frequently Asked Questions dapat membantu menjawab pertanyaan yang sering muncul sebelum pelanggan melakukan tindakan.

Contohnya:

  • Berapa lama proses pengerjaan?
  • Bagaimana metode pembayarannya?
  • Apakah tersedia revisi?
  • Apakah mendapatkan garansi?
  • Bagaimana cara melakukan pemesanan?

Cara Membuat Landing Page

Berikut langkah-langkah yang dapat digunakan untuk membuat landing page.

1. Tentukan Tujuan

Tentukan satu tujuan utama landing page.

Misalnya:

  • Mendapatkan leads
  • Mendapatkan pemesanan
  • Mengumpulkan nomor WhatsApp
  • Mempromosikan produk
  • Mendapatkan pendaftaran

Tujuan yang jelas akan membantu menentukan struktur halaman.

2. Kenali Target Audiens

Kenali calon pelanggan sebelum menulis konten.

Pahami masalah, kebutuhan, pertanyaan, dan alasan mereka membutuhkan produk atau layanan yang ditawarkan.

Informasi tersebut dapat digunakan untuk membuat headline dan penawaran yang lebih relevan.

3. Buat Struktur Konten

Struktur landing page dapat dibuat seperti berikut:

Headline
↓
Subheadline
↓
CTA
↓
Masalah
↓
Solusi
↓
Manfaat
↓
Fitur
↓
Portofolio/Testimoni
↓
Penawaran
↓
FAQ
↓
CTA

Struktur tersebut dapat disesuaikan berdasarkan jenis produk, layanan, dan target audiens.

4. Buat Desain yang Sederhana

Desain landing page harus membantu pengunjung memahami informasi, bukan membuat mereka bingung.

Gunakan:

  • Tipografi yang mudah dibaca
  • Kontras warna yang baik
  • Spacing yang cukup
  • Visual yang relevan
  • Tombol CTA yang mudah ditemukan
  • Layout yang konsisten

5. Buat Landing Page Responsive

Pastikan landing page dapat digunakan dengan baik pada smartphone, tablet, dan desktop.

Periksa ukuran teks, tombol, gambar, formulir, dan jarak antar elemen pada berbagai ukuran layar.

6. Tambahkan CTA yang Jelas

CTA harus mudah ditemukan dan menjelaskan tindakan yang perlu dilakukan.

Hindari menggunakan CTA yang terlalu umum jika dapat dibuat lebih spesifik.

Contohnya, daripada hanya menggunakan tombol Submit, Anda dapat menggunakan Dapatkan Konsultasi Gratis jika memang sesuai dengan penawarannya.

7. Optimasi Kecepatan

Landing page sebaiknya memiliki waktu loading yang cepat.

Beberapa optimasi yang dapat dilakukan antara lain:

  • Kompres gambar
  • Gunakan format gambar modern
  • Optimasi CSS
  • Optimasi JavaScript
  • Kurangi script yang tidak diperlukan
  • Gunakan caching
  • Pilih hosting yang sesuai

Kecepatan halaman dapat diuji menggunakan tools seperti Google PageSpeed Insights.

Anda juga dapat membaca artikel kegunaan PageSpeed Insights untuk mengetahui bagaimana tools tersebut digunakan.

Landing Page dan SEO

Landing page juga dapat dioptimasi untuk mesin pencari, terutama jika halaman tersebut memang ditargetkan mendapatkan traffic organik.

Beberapa elemen yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Focus keyword
  • SEO title
  • Meta description
  • URL yang sederhana
  • Struktur heading
  • Konten yang relevan
  • Internal link
  • Optimasi gambar
  • Mobile friendly
  • Kecepatan halaman

Jika ingin memahami dasar SEO lebih lanjut, baca artikel apa itu SEO dan cara kerjanya.

Landing Page untuk Google Ads

Landing page sering digunakan sebagai tujuan traffic dari iklan digital.

Jika seseorang mencari kata kunci tertentu di Google kemudian mengklik iklan, halaman yang mereka kunjungi sebaiknya memiliki hubungan yang jelas dengan iklan tersebut.

Misalnya iklan menawarkan jasa pembuatan website company profile. Landing page sebaiknya langsung menjelaskan layanan tersebut, bukan mengarahkan pengguna ke halaman yang terlalu umum.

Relevansi antara iklan, keyword, dan landing page dapat membantu menciptakan pengalaman pengguna yang lebih konsisten.

Landing Page untuk Bisnis

Bisnis dapat menggunakan landing page untuk berbagai kebutuhan pemasaran.

Contohnya:

  • Promosi produk baru
  • Penawaran jasa
  • Promo terbatas
  • Kampanye iklan
  • Pengumpulan leads
  • Registrasi event
  • Peluncuran produk
  • Penawaran konsultasi

Landing page juga dapat dibuat secara khusus untuk setiap kampanye sehingga pesan yang diberikan lebih relevan dengan target audiens.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Membuat Landing Page

1. Terlalu Banyak Informasi

Landing page yang terlalu penuh dapat membuat pengunjung kesulitan memahami penawaran.

Gunakan informasi yang benar-benar mendukung tujuan halaman.

2. CTA Tidak Jelas

Jika pengunjung tidak mengetahui apa yang harus dilakukan setelah membaca halaman, peluang terjadinya conversion dapat berkurang.

3. Tidak Menjelaskan Manfaat

Jangan hanya menjelaskan fitur. Jelaskan juga manfaat yang dapat diperoleh pelanggan.

4. Tidak Mobile Friendly

Landing page yang tidak nyaman digunakan pada smartphone dapat mengurangi pengalaman pengguna.

5. Loading Terlalu Lambat

Gambar berukuran terlalu besar, script berlebihan, atau hosting yang kurang sesuai dapat menyebabkan landing page menjadi lambat.

6. Tidak Melakukan Pengujian

Landing page sebaiknya diuji sebelum digunakan untuk kampanye.

Periksa link, tombol CTA, formulir, tampilan mobile, kecepatan, dan informasi yang ditampilkan.

Cara Meningkatkan Conversion Landing Page

Setelah landing page dipublikasikan, lakukan evaluasi secara berkala.

Beberapa hal yang dapat diperhatikan antara lain:

  • Jumlah pengunjung
  • Jumlah klik CTA
  • Jumlah leads
  • Conversion rate
  • Bounce rate
  • Sumber traffic
  • Performa pada perangkat mobile

Data tersebut dapat digunakan untuk mengetahui bagian mana yang perlu diperbaiki.

Anda dapat membaca artikel strategi SEO organik untuk meningkatkan penjualan sebagai referensi tambahan dalam mengembangkan traffic dan pemasaran digital.

Apakah Landing Page Cocok untuk Semua Bisnis?

Landing page dapat digunakan oleh banyak jenis bisnis, tetapi struktur dan tujuan halaman perlu disesuaikan dengan kebutuhan.

Landing page dapat menjadi pilihan untuk bisnis yang ingin:

  • Menjalankan kampanye iklan
  • Mempromosikan satu produk
  • Menawarkan satu layanan
  • Mendapatkan leads
  • Meningkatkan pemesanan
  • Mempromosikan event

Untuk bisnis yang membutuhkan banyak informasi, katalog, artikel, profil perusahaan, dan berbagai layanan, website dengan beberapa halaman mungkin lebih sesuai. Landing page kemudian dapat digunakan sebagai halaman khusus untuk kampanye tertentu.

Landing Page Profesional untuk Bisnis

Membuat landing page memang dapat dilakukan sendiri menggunakan berbagai tools dan platform. Namun, landing page untuk kebutuhan bisnis sebaiknya dirancang dengan memperhatikan UI/UX, copywriting, struktur informasi, responsive design, kecepatan, SEO, dan conversion.

YamoteJoki menyediakan layanan pembuatan website dan digital solution yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan bisnis.

Jika kebutuhan Anda adalah halaman khusus untuk promosi produk, jasa, personal branding, campaign, atau pemasaran digital, Anda dapat mempertimbangkan layanan pembuatan website profesional sesuai kebutuhan.

Kesimpulan

Landing page adalah halaman website yang dirancang dengan tujuan tertentu, terutama untuk mendorong pengunjung melakukan tindakan seperti membeli produk, menghubungi bisnis, mengisi formulir, mendaftar, atau meminta penawaran.

Landing page dapat digunakan untuk mendukung berbagai strategi digital marketing, termasuk SEO, Google Ads, social media marketing, content marketing, dan marketing funnel.

Landing page yang baik memiliki tujuan yang jelas, headline yang kuat, informasi yang relevan, CTA yang mudah ditemukan, desain responsive, loading cepat, serta struktur yang memudahkan pengunjung mengambil keputusan.

Dengan perencanaan dan optimasi yang tepat, landing page dapat menjadi salah satu aset penting untuk mendukung pemasaran dan mendapatkan leads dari internet.

Informasi Penulis

YJ
Yamote Joki Team Technical Writer
Bagikan Artikel Ini
Butuh Bantuan? Hubungi Tim Kami
Chat Sekarang